Topik Maluku.com, MALTENG – Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Maluku Tengah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kota Masohi yang digelar pada Minggu, 2 November 2025, berlangsung tidak sepenuhnya dihadiri oleh seluruh anggota dewan. Dari total 35 anggota DPRD Maluku Tengah, sebanyak 24 orang diketahui tidak hadir dalam agenda penting tersebut.
Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Herry Men Carl Haurissa, membenarkan ketidakhadiran sejumlah anggota tersebut. Ia menjelaskan, absennya mereka bukan karena sikap abai terhadap agenda daerah, melainkan karena sedang menjalankan tugas partai di luar daerah.
“Yang tidak hadir itu karena ada tugas-tugas partai. Ada empat partai politik yang memang berkelangan untuk tidak hadir karena sedang mengikuti kegiatan partai di Ambon dan di Jakarta,” ujar Herry kepada wartawan usai rapat, Minggu (2/11/2025).
Empat partai yang dimaksud antara lain PDIP, PKS, PAN, dan Perindo. Menurut Herry, ketidakhadiran para anggota dari partai-partai tersebut sudah disertai alasan resmi dan dapat diterima.
“Kan kita tidak butuh korum. Kalau butuh korum mungkin lain ceritanya, tapi dalam rapat istimewa seperti ini kita tidak memerlukan korum. Mereka juga punya alasan yang bisa dipertanggungjawabkan karena itu tugas-tugas partai yang tidak bisa diabaikan,” lanjutnya.
Herry juga menambahkan bahwa para anggota dewan yang tidak hadir tetap diingatkan untuk menjaga loyalitas terhadap lembaga dan tanggung jawab politik mereka.
“Partai juga bisa memberi sanksi kalau mereka tidak mengikuti agenda-agenda partai yang penting. Tapi mereka perlu juga loyal dan patuh terhadap tugas di partai,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Herry menyampaikan pesan khusus untuk masyarakat Kota Masohi yang akan berulang tahun pada 3 November 2025. Ia berharap momentum peringatan HUT ke-68 menjadi ajang untuk memperkuat semangat membangun daerah.
“Di ulang tahun Bapak Kota Masohi ini, ke depan tantangan begitu besar untuk kabupaten ini. Dengan membaiknya kebijakan pemerintah pusat, pastikan kita menambah semangat dan energi untuk membangun dan menata Kabupaten Maluku Tengah ke depan,” ungkapnya.
Herry menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan DPRD untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk soal perencanaan jangka menengah daerah (RPJMD).
Menjawab pertanyaan terkait keterlambatan penetapan RPJMD, Herry menegaskan bahwa prosesnya masih dalam tahapan yang sesuai aturan.
“Tidak ada yang diperbaiki. Untuk RPJMD itu ada tahapannya, dan kemarin sudah dibahas bersama antara eksekutif dan DPRD. Tinggal menunggu Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) selesai, baru kita paripurnakan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penetapan RPJMD akan dilakukan sebelum pemerintah daerah menyampaikan nota pengantar keuangan tahun 2026.
“Sesuai aturan, dalam enam bulan RPJMD harus ditetapkan. Jadi sebelum nota keuangan 2026 disampaikan, kita akan tetapkan dulu peraturan daerah soal RPJMD. Semua sudah siap, tinggal tunggu KLHS selesai,” kata Herry.
Menurutnya, DPRD dan pihak eksekutif telah berkoordinasi secara intens untuk memastikan semua agenda penting dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Maluku Tengah ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-68 Kota Masohi. Meski tidak dihadiri seluruh anggota dewan, Herry menilai semangat kebersamaan tetap terjaga, sejalan dengan tema peringatan tahun ini yang menekankan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun daerah lebih maju.
“Yang penting semangatnya tetap satu, bagaimana bersama-sama membangun Malteng menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.(TM-03)















