Topik Maluku.com, BURU SELATAN– Sejumlah tokoh agama dan penghulu Masjid As Sholihin di Desa Oki Lama, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, menyatakan sikap menolak pejabat yang berasal dari luar daerah untuk ditempatkan di wilayah mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh penghulu masjid, Dino Lesnussa, bersama tokoh agama lainnya yakni Abubakar Namkatu (imam), Daud Lesnussa (khatib), dan Abukasim Kwairunaratu (modin).
Dalam pernyataannya, Dino menegaskan bahwa masyarakat Oki Lama menginginkan pejabat daerah yang memahami kondisi kampung dan berasal dari lingkungan sekitar.
“Kami sangat menolak pejabat dari luar kampung atau luar daerah. Kalau mau turun, silakan, tapi kami tetap menolak. Kami hanya ingin memperkenalkan siapa pun yang datang dari negeri ini agar memahami rakyat negeri,” ujar Dino dalam rekaman Video berdurasi 1,38 detik pernyataan sikap yang diterima Awak media TopikMaluku.com, Senin (16/9/2025) malam.
Pernyataan sikap itu ditujukan kepada Bupati Buru Selatan dan jajaran pemerintah kabupaten. Menurut Dino, hal tersebut menjadi aspirasi masyarakat dan jemaah Masjid As Sholihin.
“Kami penghulu dan tokoh agama bersama jemaah menyampaikan kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten, kami menolak pejabat dari luar kampung,” tegasnya.
Hingga kini, pihak Pemerintah Kabupaten Buru Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait sikap yang disampaikan penghulu dan tokoh agama Desa Oki Lama tersebut.(TM-03)















