Topik Maluku.Com, Ambon – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pasar modal nasional. Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi, menyampaikan bahwa pihaknya optimis dapat mencapai target ambisius, yaitu 1.000 emiten tercatat hingga akhir 2025.
“Pastinya kami optimis dapat mencapai target 1.000 emiten di tahun 2025. Hal itu didukung dengan berbagai upaya yang dilakukan,” tegas Fahmi dalam kegiatan Edukasi Wartawan di Jakarta yang juga diikuti secara virtual oleh sejumlah wartawan yang tergabung , Selasa (29/4/2025).
Saat ini, terdapat sekitar 31 perusahaan yang berada dalam pipeline dan sedang dievaluasi untuk menjadi perusahaan tercatat. Mayoritas berasal dari sektor barang primer, sementara sisanya dari sektor barang sekunder, finansial, kesehatan, hingga transportasi.
Tak hanya menyasar sektor swasta, BEI juga aktif mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta lembaga pemerintahan untuk menjajaki potensi pendanaan melalui pasar modal.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menambahkan bahwa BEI juga menargetkan perusahaan keluarga untuk bisa naik kelas menjadi perusahaan terbuka.
“Manfaatnya luar biasa, tidak hanya dari sisi pendanaan tetapi juga intangible benefit, yakni manfaat yang tidak berwujud,” ungkap Nyoman.
Hingga kini, BEI telah mencatat 956 perusahaan. Untuk tahun 2025, target 66 emiten baru telah ditetapkan, meski hingga triwulan pertama baru 13 perusahaan yang berhasil melantai di bursa.(TM-03)













