Topik Maluku.com, MALTENG– Bhayangkara FC memastikan langkah ke partai final Bupati Malteng Cup 2026 setelah menyingkirkan Limo FC melalui drama adu penalti. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga harus menentukan pemenang lewat titik putih dalam laga semifinal di Lapangan Nusantara, Kota Masohi, Sabtu (24/10/2026).
Pertandingan berlangsung sengit. Bhayangkara FC dan Limo FC sama-sama menunjukkan kekuatan di lapangan sebelum laga harus dituntaskan melalui adu penalti. Bhayangkara FC akhirnya keluar sebagai pemenang sekaligus mengubur ambisi Limo FC untuk melaju ke partai puncak.
Perwakilan Bhayangkara FC, Abukasim Rahayamtel, mengaku puas dengan keberhasilan timnya melewati babak semifinal. Ia menyebut hasil tersebut sesuai dengan target yang telah disampaikan sebelum pertandingan.
“Sesuai dengan apa yang sudah kami sampaikan kemarin, bahwa mimpi Limo FC itu akan kami kandaskan di partai semifinal ini,” kata Abukasim kepada wartawan.
Meski demikian, Abukasim menegaskan timnya tidak menganggap remeh kekuatan Limo FC. Ia menilai Bhayangkara FC memiliki keunggulan dari sisi teknik dan pola permainan.
“Memang kami tidak menganggap enteng, tapi dari teknik dan cara permainan kami di atas angin. Itu sudah kami tinggalkan, sekarang kami bersiap untuk meraih trofi yang ada nanti,” ujarnya.
Abukasim juga mengakui timnya sempat mengalami kendala dalam penempatan pemain pada awal pertandingan. Menurutnya, sejumlah pemain belum ditempatkan pada posisi ideal sehingga tim membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian.
Ia menjelaskan, pada 15 menit awal pertandingan, tim pelatih melakukan evaluasi terhadap komposisi pemain. Setelah itu, rotasi dilakukan untuk menempatkan pemain sesuai posisi masing-masing.
“Namanya permainan seperti itu. Awalnya kami harus mempelajari juga, karena ada pemain-pemain yang kami masukkan tidak pada posisinya. Setelah itu baru kami rotasi dan menempatkan pemain-pemain pada posisinya, sehingga bisa membalik keadaan yang ada,” jelasnya.
Abukasim menyebut perubahan strategi menjadi bagian dari upaya tim menghadapi tekanan dalam pertandingan semifinal tersebut. Ia menilai keputusan pelatih melakukan penyesuaian permainan menjadi salah satu faktor penting dalam perjuangan Bhayangkara FC.
Dengan kemenangan ini, Bhayangkara FC kini menatap partai final Bupati Malteng Cup 2026. Mereka masih menunggu calon lawan yang akan ditentukan dari pertandingan semifinal lainnya antara Trisula FC dan Kes Bangkir.
“Kami menunggu antara Trisula atau Kes Bangkir. Itu yang harus kami pikirkan,” kata Abukasim.
Bhayangkara FC kini berpeluang menyempurnakan perjalanan mereka di turnamen tersebut dengan merebut trofi juara. Namun, tantangan di partai final dipastikan membutuhkan kesiapan dan strategi yang matang dari tim berjuluk Bhayangkara itu.(TM-03)














