Piru, TopikMaluku | Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Zona 2 PDI Perjuangan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang melibatkan tiga Pengurus Anak Cabang (PAC), yakni Kecamatan Seram Barat, Huamual dan Huamual Belakang, berlangsung di salah satu aula di Piru, Kamis, 1 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi dan penataan organisasi PDI Perjuangan di tingkat kecamatan, sekaligus momentum mengevaluasi perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir serta menyusun langkah strategis menghadapi berbagai tantangan politik, sosial dan pembangunan di Kabupaten SBB.
Musancab Zona 2 tersebut turut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku sekaligus Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, ST., SH., bersama jajaran fungsionaris DPD PDI Perjuangan Maluku.
Hadir pula Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten SBB, Zeth Marayate, S.Sos., bersama jajaran fungsionaris DPC, pengurus PAC Zona 2 dari Kecamatan Seram Barat, Huamual dan Huamual Belakang, para alim ulama serta undangan lainnya.
Musancab Bukan Sekadar Pergantian Kepengurusan
Musyawarah Anak Cabang memiliki maksud dan tujuan penting bagi keberlangsungan organisasi partai di tingkat kecamatan. Selain melakukan proses penataan dan pergantian kepengurusan sesuai mekanisme organisasi, forum tersebut menjadi ruang evaluasi terhadap program dan kerja politik PAC selama periode sebelumnya.
Melalui Musancab, kader diharapkan mampu mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, tantangan serta kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing untuk kemudian diterjemahkan menjadi agenda perjuangan partai.
Dengan demikian, Musancab tidak hanya dipandang sebagai forum administratif pergantian pengurus, tetapi sebagai bagian dari konsolidasi ideologi, organisasi dan kader agar struktur partai semakin dekat dengan masyarakat.
Zeth Marayate: Kader Harus Tetap Berada di Tengah Rakyat
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten SBB, Zeth Marayate, S.Sos., dalam sambutannya mengatakan Musancab merupakan bagian dari komitmen, tanggung jawab dan spirit bersama untuk terus bangkit memperjuangkan kepentingan rakyat di Kabupaten SBB melalui PDI Perjuangan.
Menurut Zeth, kader partai harus terus mengingat pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader, baik yang berada di struktur partai maupun legislatif dan eksekutif, tetap berada di tengah-tengah rakyat.
“Kita harus menangis bersama rakyat, kita harus tertawa bersama rakyat. Dan ketika rakyat sedang menangis, kita harus hadir di tengah-tengah rakyat untuk memberikan solusi, menjadi pelopor untuk membuat perubahan dan memberikan solusi bagi rakyat yang sementara susah,” ujar Zeth dalam sambutannya.
Ia juga meminta anggota fraksi PDI Perjuangan agar lebih proaktif mengunjungi ranting-ranting partai.
Menurutnya, kunjungan tersebut penting agar berbagai keresahan masyarakat dapat dihimpun oleh struktur partai di tingkat ranting dan selanjutnya diperjuangkan melalui proses politik serta perumusan kebijakan di DPRD.
“Teristimewa kepada anggota fraksi supaya proaktif berkunjung ke ranting-ranting partai, sehingga apa pun yang menjadi keresahan masyarakat bisa direkam dengan baik oleh struktur partai di tiap ranting,” katanya.
Zeth menegaskan, proses tersebut harus menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dengan para pemangku kebijakan, termasuk anggota fraksi di DPRD Kabupaten maupun DPRD Provinsi.
Evaluasi Lima Tahun Menjadi Catatan Penting
Zeth juga mengajak seluruh peserta Musancab melakukan refleksi terhadap perjalanan PAC PDI Perjuangan selama lima tahun terakhir.
Menurutnya, setiap PAC perlu melihat kembali apa yang telah dilakukan, apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan, serta langkah apa yang perlu dibenahi untuk memperkuat organisasi ke depan.
“Jangan hanya sekadar proses organisasi biasa. Lewat proses musyawarah ini mari kita sama-sama merenungkan perjalanan partai, khususnya PAC Partai, baik PAC Kecamatan Seram Barat, Huamual maupun Huamual Belakang selama lima tahun kemarin,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil evaluasi tersebut harus menghasilkan penataan organisasi yang strategis dan konkret sehingga mampu menjawab kebutuhan internal partai sekaligus tantangan yang dihadapi masyarakat SBB.
Soroti Dampak Kebijakan Anggaran
Dalam sambutannya, Zeth juga menyinggung kondisi bangsa dan daerah yang menurutnya menghadapi tantangan akibat kebijakan pemotongan anggaran pemerintah.
Ia menilai kondisi tersebut dapat berimplikasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Maluku.
“Karena sesungguhnya kita di kabupaten baru mekar di tahun 2000-an, investasinya pasti masih bertumbuh ke APBD. Kalau pemotongan anggaran adalah di APBD, tentu akan berimplikasi ke pertumbuhan ekonomi di kabupaten tersebut,” katanya.
Menurut Zeth, kondisi tersebut menjadi catatan bagi partai dalam menentukan dan menyiapkan kader maupun pemimpin yang memiliki komitmen, kapabilitas, potensi dan integritas.
Benhur Watubun: Pancasila Tumbuh dari Bumi Indonesia
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku sekaligus Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, ST., SH., dalam sambutannya mengaitkan pelaksanaan Musancab Zona 2 dengan momentum 1 Oktober yang diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Watubun mengatakan kekuatan Pancasila tidak semata-mata karena adanya kelompok tertentu yang mempertahankannya, melainkan karena nilai-nilai Pancasila terus hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
“Pancasila bukan sakti karena kekuatan lainnya, tetapi karena ideologi ini terus-menerus bertumbuh dan kuat,” kata Watubun.
Ia menyampaikan bahwa Pancasila digali dari bumi Indonesia dan melahirkan nilai gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Karena itu, menurutnya, tanggung jawab mempertahankan Pancasila bukan hanya berada pada kelompok tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia.
Musancab sebagai Konsolidasi Organisasi
Watubun juga menjelaskan bahwa Musancab bukan hanya berkaitan dengan pergantian kepengurusan, tetapi merupakan bagian dari proses konsolidasi organisasi.
Ia mengatakan proses penentuan kepengurusan harus memperhatikan usulan dari bawah serta mekanisme partai di tingkat atas.
“Nama-nama tersebut tidak keluar dari yang sudah ada, dari yang sudah diusulkan, dan kita akan tetapkan supaya nantinya tidak dipertentangkan,” ujarnya.
Menurut Watubun, arah perjuangan partai harus ditempatkan dalam garis perjuangan PDI Perjuangan.
Ia menekankan pentingnya kader memahami dan menjalankan konsep 5 Mantap PDI Perjuangan, yaitu Mantap Ideologi, Mantap Organisasi, Mantap Kader, Mantap Sumber Daya dan Mantap Program.
“Spirit kita adalah spirit PDI Perjuangan, sehingga kalau lahir keputusan, keputusannya PDI Perjuangan, bukan keputusan personal,” tegasnya.
Watubun juga mengingatkan agar kepentingan personal tidak ditempatkan di atas keputusan organisasi.
“Seorang kader harus mampu mengintegrasikan apa yang menjadi harapan kita. Sebab tugas kita berpartai, hakikatnya adalah menyerahkan diri kita diatur oleh partai,” katanya.
Zona 2 Disebut Sebagai Bagian Penting Konsolidasi
Dalam kesempatan tersebut, Watubun menyebut pelaksanaan Musancab Zona 2 merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di wilayah Maluku.
Ia menyampaikan bahwa kunjungan dan konsolidasi tidak hanya akan dilakukan di wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga diarahkan ke wilayah-wilayah lainnya.
Menurutnya, agenda konsolidasi ke depan akan menjangkau sejumlah wilayah seperti Kelang, Buano, Manipa, Saparua, Haruku, Nusalaut hingga Maluku Barat Daya dan wilayah sekitarnya.
Menuju Struktur Partai yang Lebih Responsif
Pelaksanaan Musancab Zona 2 PDI Perjuangan SBB diharapkan menghasilkan kepengurusan yang mampu menjalankan roda organisasi secara efektif sekaligus memperkuat hubungan partai dengan masyarakat.
Forum tersebut juga menjadi ruang bagi kader untuk memperkuat kembali komitmen terhadap ideologi partai, membangun struktur organisasi yang solid, meningkatkan kualitas kader, mengoptimalkan sumber daya dan menyusun program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Musancab Zona 2 tidak hanya menjadi agenda internal partai, tetapi juga menjadi bagian dari upaya PDI Perjuangan SBB memperkuat fungsi organisasi dan menyerap aspirasi masyarakat di Kecamatan Seram Barat, Huamual dan Huamual Belakang.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib dan terkendali. (TM-06)














