TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMalukuTopikMalukuTopikMaluku

Oknum ASDP Diduga Keroyok Warga di Terminal Pelabuhan Waepirit, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Topik Maluku.com, SBB – Dugaan kasus pengeroyokan terjadi di Terminal Pelabuhan Waepirit, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Seorang warga bernama Moh Rery bersama dua rekannya Angki dan Mahfut Lonthor menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai ASDP berinisial JEM bersama sejumlah massa.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam, 11 Oktober 2025. Aksi kekerasan itu bermula dari adu mulut antara korban dan pelaku terkait antrean kendaraan yang hendak masuk ke kapal feri.

“Korban sudah antre dari pagi sampai lewat jam 10 malam, tapi mobilnya tidak diizinkan naik feri. Sementara mobil lain yang baru tiba langsung diloloskan oleh pegawai feri,” ujar salah satu keluarga korban saat dikonfirmasi TopikMaluku.com, Rabu (15/10/2025).

Keributan antara korban dan pelaku kemudian memanas hingga JEM, oknum petugas ASDP tersebut, diduga memanggil sejumlah massa untuk melakukan pengeroyokan terhadap korban.

“Awalnya hanya adu mulut, tapi pelaku kemudian merencanakan pemukulan. Dia pergi panggil massa dan kembali menyerang korban secara bersama-sama,” lanjutnya.

Kini korban mengalami memar berat di wajah dan tubuh akibat dihajar pada malam hari. Tidak diketahui pasti alat apa yang digunakan dalam pengeroyokan tersebut.

“Korban dipukul ramai-ramai, luka-lukanya parah dan langsung dilarikan ke Puskesmas Kairatu untuk mendapat perawatan,” katanya.

Kasus ini pun telah dilaporkan ke Polsek Kairatu sejak hari kejadian. Namun pihak keluarga korban menilai penanganan hukum berjalan lambat.

“Proses hukum lambat karena sejak dilaporkan, pelaku sampai hari ini masih dibiarkan berkeliaran di Pelabuhan Waepirit. Padahal dia jelas-jelas sedang bertugas saat kejadian,” tegas keluarga korban.

Pihak keluarga korban mendesak manajemen ASDP Waepirit dan Dinas Perhubungan turun tangan. Mereka juga meminta Bupati Seram Bagian Barat mengevaluasi sistem pelayanan ASDP Waepirit.

“Harapan kami, pelaku segera dipecat. Kami minta Bupati Seram Bagian Barat evaluasi total operasional ASDP Waepirit. Pelayanan harus profesional dan keamanan pengguna jasa harus dijamin agar hal seperti ini tidak terulang,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari ASDP Waepirit maupun pihak Kepolisian terkait perkembangan kasus ini.(TM-03)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !