Topik Maluku.com, MALTENG– Tokoh muda Maluku Tengah, Basyir Tuhepaly, melontarkan kritik tajam terhadap Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, yang diduga menyalahgunakan wewenangnya dalam upaya melindungi sang istri, Mauren Vivian, dari sorotan publik terkait isu sentimen agama yang mencuat saat Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu.
Menurut Basyir, tindakan Mario mencerminkan intervensi kekuasaan yang tidak etis dan berpotensi mencederai prinsip netralitas jabatan publik.
“Jabatan publik bukan alat untuk melindungi kepentingan pribadi, apalagi jika menyangkut persoalan sensitif seperti isu agama dalam politik. Ini berbahaya dan bisa memecah belah masyarakat,” kata Basyir kepada wartawan, Jum’at, 19 Juni 2025.
Mauren Vivian, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan Maluku Tengah, disebut-sebut terlibat dalam pusaran isu politisasi agama yang diduga dimanfaatkan sejumlah pihak untuk mendulang suara. Sorotan terhadap isu ini secara tidak langsung menyeret nama Wakil Bupati.
Basyir menilai, jika benar terjadi intervensi kekuasaan untuk kepentingan pribadi dalam konteks politik identitas, hal itu dapat memperparah polarisasi sosial di tengah masyarakat yang plural.
“Ini bukan soal keluarga, ini soal tanggung jawab publik dan etika demokrasi. Siapa pun yang memegang jabatan harus berada di atas semua golongan, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Ia pun mendesak lembaga pengawas pemilu serta instansi terkait untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan kekuasaan dalam kasus ini. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas pejabat publik di tengah proses demokrasi agar tidak tercemar oleh kepentingan sempit.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Wakil Bupati Maluku Tengah maupun Mauren Vivian terkait tuduhan tersebut.(TM-03)










