TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

Tual Kirim Pesan Kuat untuk Indonesia: Beda Agama, Satu Persaudaraan, Toleransi Maluku Jadi Sorotan

TUAL, Topik Maluku — Toleransi antarumat beragama di Maluku kembali mendapat sorotan. Di Kota Tual, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, pelaksanaan persidangan gerejawi mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wali Kota Tual yang dipercaya memimpin panitia kegiatan tersebut.
Fenomena ini dinilai menjadi gambaran nyata bahwa keberagaman bukan penghalang bagi masyarakat Maluku untuk membangun persaudaraan dan menjaga kerukunan.
Saudah Tuankotta/Tethool, S.H., yang dikenal sebagai Saoda Tethool atau Santy Saoda Tethool, menilai keterlibatan pemimpin daerah dalam kegiatan keagamaan yang berbeda dari keyakinannya merupakan bentuk penghormatan terhadap keberagaman.
“Ini sungguh luar biasa. Kegiatan keagamaan seperti ini menunjukkan bahwa toleransi beragama di Maluku berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.
Menurutnya, kehidupan masyarakat Maluku yang beragam memperlihatkan bahwa semangat persaudaraan dapat tumbuh ketika setiap pihak saling menghormati dan memberikan ruang bagi umat beragama untuk menjalankan kegiatan keagamaannya.
Asap Kebakaran Ganggu Kedatangan Peserta
Di balik semangat toleransi tersebut, penyelenggaraan persidangan gerejawi di Kota Tual menghadapi kendala transportasi akibat asap kebakaran di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut mengganggu penerbangan dan menyebabkan sejumlah peserta yang hendak menghadiri kegiatan belum dapat tiba sesuai jadwal.
Sejumlah calon penumpang dilaporkan menumpuk di Bandara Ambon sambil menunggu kepastian keberangkatan menuju Kota Tual.
Sebagian peserta berupaya mencari alternatif perjalanan menggunakan kapal laut, sedangkan lainnya masih menunggu hingga kondisi penerbangan memungkinkan.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara, mengingat kegiatan tersebut mempertemukan peserta dari berbagai wilayah di Maluku.
Meski menghadapi kendala, harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tetap menguat. Kehadiran Gubernur Maluku juga diharapkan dapat menambah makna penting kegiatan tersebut.
Persidangan Diharapkan Berpihak kepada Masyarakat Kecil
Bagi Saoda Tethool, persidangan gerejawi tidak semestinya berhenti sebagai agenda internal organisasi keagamaan. Lebih dari itu, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan keputusan dan program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menaruh harapan agar perhatian terhadap masyarakat kecil menjadi salah satu hal penting dalam program-program yang dihasilkan melalui persidangan tersebut.
“Harapannya, setelah persidangan gerejawi ini, dapat dihasilkan program-program kegiatan bagi masyarakat Maluku, terutama masyarakat kecil,” tuturnya.
Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat toleransi dan persaudaraan perlu diwujudkan melalui tindakan konkret, terutama dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Persidangan gerejawi di Kota Tual pun diharapkan tidak hanya memperkuat kehidupan bergereja, tetapi juga mendorong kepedulian sosial dan mempererat hubungan antarmasyarakat di Maluku.
Pada akhirnya, toleransi bukan sekadar tentang siapa yang memimpin sebuah kegiatan keagamaan, melainkan tentang bagaimana perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama yang damai, adil, dan sejahtera.

📢 Ikuti TOPIKMALUKU.COM untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten TOPIKMALUKU.COM dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi TOPIKMALUKU.COM.

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !