Topik Maluku.com, BURU– Aksi demonstrasi warga terkait penertiban kawasan Gunung Botak di Kota Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, berakhir ricuh. Kericuhan dipicu oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang oknum anggota TNI diduga melakukan pemukulan terhadap seorang warga yang sedang diamankan.
Video yang diunggah oleh akun Facebook Kino-Kino dan dibagikan154 orang. tersebut beredar luas di media sosial sejak Senin (08/12/25), dan langsung menyulut reaksi keras dari masyarakat. Dalam rekaman berdurasi singkat itu terlihat seorang pria berseragam loreng melakukan beberapa kali pukulan ke arah warga yang dikerumuni aparat keamanan.
Peristiwa itu terjadi di tengah proses penertiban aktivitas penambangan ilegal di kawasan Gunung Botak yang selama ini menjadi wilayah penambang emas. Massa yang sebelumnya melakukan aksi protes damai berubah menjadi emosi setelah mengetahui adanya dugaan tindakan kekerasan tersebut.
Akibat kericuhan itu, situasi sempat tidak terkendali. Aparat gabungan dari TNI dan Polri terpaksa membubarkan massa untuk mencegah bentrokan yang lebih meluas. Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka, meski hingga kini belum ada data resmi soal jumlah korban.
Salah satu warga Namlea yang enggan disebutkan namanya mengecam keras tindakan tersebut. Ia menilai, aparat seharusnya bertindak profesional, mengayomi, dan melindungi masyarakat, bukan justru melakukan kekerasan.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi, bukan untuk dipukul. Kalau video itu benar, ini sangat mencederai rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kodim setempat maupun Korem belum memberikan keterangan resmi terkait video yang beredar. TopikMaluku.com, masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak TNI terkait dugaan pelanggaran tersebut.
Sementara itu, situasi keamanan di Namlea dilaporkan mulai kondusif, meski aparat keamanan masih disiagakan di sejumlah titik rawan di sekitar kawasan Gunung Botak untuk mengantisipasi aksi lanjutan.(TM-03)













