TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

Aksi Damai Berubah Ricuh: Pembina Maluku United Mengaku Dicekik, Desak Asprov PSSI Maluku Diusut

Topik Maluku.com, AMBON— Aksi damai yang dilakukan Pembina Klub Maluku United, Jhon Psou, dan Pembina PSA, Yance Saia, di sebuah agenda resmi Asprov PSSI Maluku berakhir ricuh. Jhon mengaku dirinya didorong hingga dicekik oleh oknum panitia yang disebut sebagai “tim keamanan”.

“Kami datang bukan untuk buat kerusuhan, ini aksi damai. Kami hanya mau sampaikan keresahan soal progres sepakbola Maluku langsung ke Sekjen PSSI. Tapi kami malah didorong, bahkan dicekik,” ujar Jhon Psou kepada TopikMaluku.com, Sabtu (22/11/25).

Jhon menyebut, aksi mereka dilakukan secara tertib, tanpa provokasi maupun tindakan yang mengganggu jalannya acara. Namun respons panitia justru disebut sangat tidak profesional.

“Tidak ada niat kacaukan acara. Kami cuma mau bicara. Tapi perlakuan mereka jauh dari manusiawi,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan standar keamanan dalam acara tersebut. Menurutnya, pengamanan acara resmi seharusnya ditangani aparat yang memiliki legitimasi hukum seperti kepolisian atau TNI, bukan oleh oknum sipil yang mengklaim diri sebagai tim keamanan.

“Itu bukan pengamanan, itu intimidasi. Orang-orang itu bertindak sewenang-wenang tanpa prosedur. Kalau acara sebesar ini tidak dikawal aparat resmi, wajar kalau tindakan seperti ini terjadi,” kata Jhon.

Insiden ini memunculkan tanda tanya besar: mengapa aspirasi disambut dengan kekerasan? Jhon mengaku kecewa karena kedatangan mereka yang membawa data serta harapan untuk membenahi sepakbola Maluku justru dianggap ancaman.

“Kami datang baik-baik. Tapi kami malah dicap mengganggu. Ini ironis,” ujarnya.

Jhon menegaskan Asprov PSSI Maluku tidak boleh lepas tangan dari insiden ini. Menurutnya, tindakan represif terhadap pembina klub adalah cerminan masalah yang lebih besar dalam pengelolaan sepakbola daerah.

“Kalau kami saja bisa diperlakukan begitu, bagaimana nasib klub kecil yang tidak punya suara? Ini bukan lagi soal kami, ini soal masa depan sepakbola Maluku,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan panitia yang langsung bertindak fisik tanpa membuka ruang dialog. Menurutnya, cara itu mengindikasikan ada hal-hal yang ingin ditutup oleh pihak tertentu.

“Aksi kami damai, tidak bawa massa, tidak merusak acara. Tapi cara mereka membungkam kami seolah menunjukkan ada sesuatu yang tidak ingin dibicarakan Asprov,” tambahnya.

Kini, Jhon dan Yance menuntut evaluasi total terhadap sistem keamanan acara Asprov PSSI Maluku serta meminta perhatian langsung dari PSSI pusat.

“Kami akan tetap bersuara. Sepakbola harus dibangun dengan profesionalisme, bukan dengan tangan yang mencekik,” tutup Jhon Psou.(TM-03)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku
error: Konten Dilindungi !