Ambon, Topik Maluku: Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti aula tempat berlangsungnya Konferensi Daerah (Konferda) VI dan Konferensi Cabang Gabungan (Konfercab) PDI Perjuangan di Ambon, Minggu (2/11/2025). Di hadapan ratusan kader yang memenuhi ruangan, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, resmi melantik tiga figur utama yang akan menakhodai partai di Bumi Raja-Raja untuk lima tahun ke depan: Benhur George Watubun sebagai Ketua, Nancy Purmiasa sebagai Sekretaris, dan Andreas J.W. Taborat sebagai Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku periode 2025–2030.
Dalam sambutannya, Hasto menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan pembuktian ideologis seluruh kader PDI Perjuangan di Maluku.
“Pelantikan ini adalah simbol tanggung jawab ideologis. Kader PDI Perjuangan harus bekerja dengan hati, turun ke bawah, dan menyatu bersama rakyat,” tegas Hasto diiringi tepuk tangan peserta.
Ia pun memberikan apresiasi atas semangat juang kader Maluku yang tetap solid dan disiplin di bawah arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
“Saya menyaksikan sendiri, kader di Maluku punya semangat luar biasa. Inilah kekuatan PDI Perjuangan yang sejati—berakar kuat di tengah rakyat,” ujarnya.
Benhur: “Ini Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Kepercayaan”
Usai dilantik, Benhur George Watubun tampil dengan pidato politik perdananya yang penuh energi dan rasa tanggung jawab.
“Kami baru saja diambil sumpah dan janji. Ini bukan sekadar kepercayaan, tapi tanggung jawab besar untuk membesarkan partai,” ucap Benhur yang disambut sorak dan tepuk tangan meriah.
Ia menegaskan, masa kepemimpinannya akan difokuskan untuk memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput.
“Mulai besok kita tidak boleh banyak bicara. Yang kita bicarakan adalah kerja nyata. Kalau sekarang kita punya delapan kursi, maka 2029 kita harus capai sembilan atau sepuluh kursi,” katanya penuh optimisme.
Dalam nada tegas, Benhur juga mengingatkan agar seluruh pengurus menjaga integritas dan disiplin dalam menjalankan amanah partai.
“Tidak boleh ada pengurus yang bertindak seperti raja kecil di daerah. Kalau ada yang menyeleweng, bidang kehormatan partai harus turun tangan. PDI Perjuangan bukan tempat membesarkan diri, tapi wadah untuk membesarkan rakyat,” ujarnya lantang.
Ia menekankan tiga pesan utama bagi seluruh kader dan pengurus di Maluku:
Jaga persatuan, hindari penyimpangan, dan perkuat rasa kekeluargaan.
“Rangkul semua pihak, bahkan mereka yang tidak sejalan dengan kita. Semua keputusan harus untuk kepentingan bersama,” katanya.
Soal tata kelola partai, Benhur menyerukan agar manajemen organisasi dijalankan secara profesional dan transparan.
“Jangan sampai Ketua bertindak seperti bendahara. Jalankan sistem dengan disiplin. Semua pengurus harus terbuka dan bertanggung jawab,” tandasnya.
Menutup pidatonya, Benhur menyerukan semangat perlawanan yang khas kader PDI Perjuangan:
“Kita harus siap menatap pertarungan politik 2029 dan 2030. Jangan takut, tetap solid, terus bekerja, dan jangan pernah berhenti menyatu dengan rakyat Maluku!”
Sorak semangat dan yel-yel perjuangan menggema di ruangan, menandai babak baru perjalanan PDI Perjuangan Maluku di bawah komando Benhur, Nancy, dan Andre — sebuah kepemimpinan yang berjanji menghadirkan kerja nyata, bukan sekadar kata.
Benhur, Nancy, dan Andre Resmi Nahkodai PDI Perjuangan Maluku: “Saatnya Bekerja, Bukan Banyak Bicara”















