TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMalukuTopikMalukuTopikMaluku

Sabo Dam Kawanuwa Rusak Setahun Tak Diperbaiki, FORMA Malteng Desak DPRD Maluku Panggil BWS

Topik Maluku.com, MALTENG– Forum Mahasiswa Maluku Tengah (FORMA Malteng) mendesak Komisi III DPRD Provinsi Maluku segera memanggil dan mengevaluasi Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku. Desakan ini muncul lantaran lambannya penanganan kerusakan Sabo Dam Kawanuwa di Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, yang sudah rusak sejak 2024 namun belum juga diperbaiki.

Koordinator FORMA Malteng, Iman Parman, mengatakan pihaknya kecewa dengan sikap BWS Maluku yang dinilai abai terhadap kondisi Sabo Dam. Menurutnya, kerusakan bendungan itu telah berdampak serius terhadap aktivitas dan keselamatan masyarakat di sekitar aliran Sungai Kawanuwa.

“BWS Maluku sudah berjanji menindaklanjuti persoalan ini dalam waktu 14 hari sejak pertemuan pada 23 September lalu, tapi sampai hari ini tidak ada langkah nyata. Karena itu, kami meminta Komisi III DPRD Maluku turun tangan melakukan evaluasi,” tegas Iman dalam keterangan resmi yang diterima Awak media TopikMaluku.com, Minggu (26/10/2025).

Iman menilai Komisi III sebagai mitra kerja Kementerian PUPR di daerah memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan setiap program infrastruktur yang dibiayai APBN benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat, bukan malah menimbulkan ancaman keselamatan.

“Kerusakan Sabo Dam Kawanuwa bukan persoalan kecil. Bila hujan deras kembali mengguyur, potensi banjir dan longsor bisa membahayakan warga. Ini sudah masuk ranah darurat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sikap pasif BWS Maluku memperlihatkan lemahnya fungsi pengawasan internal serta rendahnya kepedulian terhadap infrastruktur pengendali banjir di wilayah rawan bencana seperti Tehoru. FORMA Malteng pun mendesak DPRD untuk segera memanggil Kepala BWS Maluku dan meminta penjelasan resmi soal tindak lanjut pemeliharaan bendungan tersebut.

“Kami juga berharap Komisi III DPRD Maluku melakukan peninjauan langsung ke lokasi Sabo Dam Kawanuwa bersama masyarakat dan akademisi, agar persoalannya dilihat secara objektif dan transparan,” kata Iman.

Sebagai informasi, Sabo Dam Kawanuwa dibangun pada tahun 2017 dengan anggaran miliaran rupiah. Namun sejak selesai dikerjakan, bendungan itu tak pernah mendapat pemeliharaan rutin dari pihak BWS. Akibatnya, bendungan mengalami penumpukan material pasir dan batu hingga akhirnya pecah pada 2024, merusak Jembatan Kawa Nuwa serta memutus akses jalan utama warga di Tehoru.

FORMA Malteng menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan konkret dari BWS Maluku dan perhatian serius dari DPRD Provinsi Maluku.

“Kami tidak ingin persoalan ini hanya direspons dengan janji. BWS harus bertanggung jawab, dan DPRD harus berani mengambil sikap tegas,” tutup Iman.(TM-03)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !