Topik Maluku.com, MALTENG– Polemik jalan rusak menuju kawasan wisata di Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara Barat, Maluku Tengah, terus menuai sorotan publik. Warga bahkan melontarkan kritik tajam kepada pemerintah dan wakil rakyat yang dinilai lamban menangani persoalan tersebut.
Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah dari Fraksi PKS, Ardiansyah Makatita, turut menjadi sasaran kritik warganet karena dinilai baru bersuara setelah masyarakat memprotes keras kondisi jalan tersebut. Menanggapi hal itu, Ardiansyah menegaskan dirinya telah menyuarakan persoalan ini sejak awal menjabat sebagai anggota DPRD.
“Saya sudah komunikasikan masalah jalan rusak di Saleman ini dengan Bupati maupun Dinas PU sejak beberapa bulan setelah dilantik sebagai anggota DPRD,” ujar Ardiansyah saat ditemui sejumlah wartawan di Masohi, dilansir dari LiputanMalteng.com, Senin (20/10/2025).
Menurutnya, Pemerintah Daerah Maluku Tengah sebenarnya telah merespons usulan perbaikan jalan wisata tersebut. Bahkan, ruas jalan Saleman sempat dimasukkan dalam program peningkatan jalan dari lapen ke hotmix pada APBD 2025.
“Kadis PU saat itu menyampaikan bahwa jalan wisata Saleman sudah masuk APBD 2025, dengan estimasi anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Bahkan sempat diusulkan juga melalui program Inpres Jalan Desa,” jelasnya.
Namun, rencana itu batal terealisasi karena kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang ikut berdampak pada APBD Maluku Tengah.
“Karena efisiensi anggaran, rencana tersebut ikut terkena imbas,” tambahnya.
Meski begitu, Ardiansyah memastikan dirinya tetap mendorong agar perbaikan jalan wisata Saleman segera direalisasikan. Ia menyebut, pembangunan jalan tersebut bisa diakomodir pada APBD Perubahan 2025 atau masuk prioritas APBD 2026.
“Tadi saya sudah koordinasi lagi dengan Kadis PU. Besok mereka mulai turun lapangan untuk lakukan perbaikan terbatas sambil menunggu peningkatan jalan secara bertahap,” tegasnya.
Terkait kritik warga yang menilai dirinya kurang peka, Ardiansyah mengaku menghormati penyampaian pendapat masyarakat.
“Kritik itu wajar. Itu hak masyarakat. Justru jadi motivasi bagi saya untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Namun, di media sosial sejumlah warganet tetap melontarkan sindiran keras.
“Suarakan saja, tapi seng mampu Kawal!” tulis salah satu komentar.(TM-03)















