Topik Maluku.com, MALTENG– Protes warga terkait tuntutan pencopotan Direktur RSUD Masohi tampaknya tidak digubris Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, tetap mempertahankan sang direktur meski desakan dari berbagai elemen masyarakat semakin menguat.
Desakan ini mencuat sejak aksi demonstrasi yang digelar puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kekuasaan Rakyat (AKURAT) di depan Kantor Bupati, Rabu (3/9/2025). Dalam aksi itu, mahasiswa membawa 14 tuntutan, salah satunya pencopotan Direktur RSUD Masohi.
Bupati Zulkarnain bersama Sekda Maluku Tengah sempat hadir dan berdialog langsung dengan massa aksi.
“Saya berterima kasih atas aspirasi yang disampaikan adik-adik mahasiswa. Semua tuntutan ini akan kami pelajari dan tindak lanjuti sesuai kewenangan pemerintah daerah,” ujar Zulkarnain kala itu.
Namun, hingga kini belum ada langkah nyata dari Pemkab. Direktur RSUD Masohi masih menjabat, sementara keluhan warga terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut terus berdatangan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik apakah janji bupati sekadar upaya meredam amarah demonstran. Di sisi lain, kekecewaan masyarakat kian menumpuk karena merasa suara mereka tidak direspons serius.
Masyarakat berharap Pemkab Malteng segera menunjukkan komitmen nyata dalam memperbaiki tata kelola RSUD Masohi, agar pelayanan kesehatan lebih baik dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah kembali pulih.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Maluku Tengah belum memberikan tanggapan apapun soal pencopotan Direktur RSUD Masohi.(TM-03)















