TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

Dinsos SBT Salah Menempatkan Posisi, Korban Butuh Trauma Healing Bukan Telur Satu Rak

Oplus_131072

OLEH :REDAKSI 

Topik Maluku.com, SBT– Dinas Sosial Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) kembali menjadi sorotan setelah menyerahkan bantuan sembako kepada korban kasus persetubuhan yang dilaporkan pada 6 September 2025 lalu. Bantuan berupa beras, telur, susu, dan gula diserahkan langsung kepada pihak korban sebagai bentuk kepedulian instansi tersebut.

Namun, Catatan Redaksi TopikMaluku.com, menilai langkah ini keliru dalam menempatkan posisi terhadap isu kemanusiaan yang dihadapi. Sebab, yang paling mendesak bagi korban adalah pendampingan psikologis melalui proses pemulihan trauma (trauma healing), bukan sekadar bantuan konsumsi.

“Bantuan ini jangan hanya dilihat dari nilainya, tetapi sebagai bentuk kepedulian dan rasa prihatin terhadap korban,” ujar salah satu pendamping rehabilitasi sosial Dinas Sosial SBT saat penyerahan bantuan. Ia juga berharap keluarga korban tetap tabah menghadapi cobaan tersebut.

Meski demikian, redaksi menilai pendekatan yang dilakukan justru berpotensi mereduksi masalah serius menjadi sekadar urusan bansos. Kasus kekerasan seksual tidak bisa diperlakukan seperti momentum menjelang Lebaran, di mana korban hanya diberi telur satu rak lalu dianggap selesai.

Korban membutuhkan perhatian yang lebih substantif, khususnya pemulihan psikologis agar tidak terjebak dalam trauma berkepanjangan. Tanpa langkah itu, bantuan berupa sembako hanya akan bersifat simbolik dan dangkal.

TopikMaluku.com menegaskan, sudah saatnya Dinas Sosial SBT mengubah paradigma penanganan kasus kemanusiaan. Fokus bukan pada citra instansi dengan membagi sembako, melainkan pada penanganan profesional yang menyentuh sisi psikologis korban, termasuk akses konseling, terapi, dan rehabilitasi sosial berkelanjutan.


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku
error: Konten Dilindungi !