Topik Maluku.com, BURU – Isu tingginya biaya tiket mobil jenazah di kapal cepat milik PT Dharma Inda jadi sorotan warga. Tarif yang dipatok sebesar Rp 2,5 juta dinilai tidak masuk akal, bahkan lebih mahal dibandingkan tiket untuk ambulans pasien hidup maupun kendaraan truk angkutan barang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang PT Dharma Inda Namlea, Muli, membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Minggu. 18:50 WIT. (28/9/2025).
“Untuk mobil jenazah dan mobil antar pasien sakit itu memang berbeda tarifnya. Mobil pengangkut jenazah dianggap satu paket dengan jenazah, dan itu sudah ditetapkan oleh pemilik perusahaan,” kata Muli kepada TopikMaluku.com.
Menurutnya, untuk ambulans pengantar pasien hidup tarifnya lebih rendah, yakni antara Rp 1,3 juta hingga Rp 1,5 juta, tergantung tipe kendaraan. “Kalau untuk pasien hidup, hitungannya sesuai mobil yang diangkut bersama sopir,” ujarnya.
Meski begitu, Muli menegaskan pihak cabang hanya menjalankan aturan perusahaan. Jika ada keberatan, masyarakat bisa berkoordinasi langsung dengan manajemen pusat untuk kemungkinan penyesuaian biaya.
“Kalau jenazah, tetap ditanyakan dulu ke pihak keluarga apakah bisa (membayar). Kalau tidak, kami juga tidak bisa berbuat banyak. Kecuali mereka langsung komunikasi ke perusahaan untuk minta keringanan,” jelasnya.
Isu ini sempat menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat, mengingat biaya tinggi tersebut dinilai sangat memberatkan, terutama bagi keluarga yang tengah berduka.(TM-03)















