TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMalukuTopikMalukuTopikMaluku

Maudy Ayunda Buka Suara: Jangan Abaikan Rakyat, Pilih Empati daripada Keserakahan

Topik Maluku.com, JAKARTA – Penyanyi sekaligus aktris Maudy Ayunda menyuarakan sikap kritis terhadap kondisi sosial-politik Indonesia. Lewat surat terbuka yang ia unggah di media sosial, Maudy mengajak pemerintah untuk tidak menutup telinga dari suara rakyat dan mengedepankan empati.

Maudy mengaku terinspirasi usai membaca buku Pedagogy of the Oppressed karya Paulo Freire. Ia menilai situasi Indonesia saat ini seolah menjadi potret nyata dari isi buku tersebut.

“Ironis dan miris rasanya, saya merasa seolah buku itu sedang menulis tentang kenyataan kita,” tulis Maudy di Instagram, Selasa (2/9/2025).

Dalam suratnya, Maudy menekankan pentingnya praxis. perpaduan refleksi dan aksi kolektif. Menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat melalui aksi-aksi belakangan ini adalah refleksi tajam yang tak bisa lagi diabaikan.

“Jangan hanya dibaca atau didengar. Tapi diwujudkan dalam langkah nyata: transparan, jadi pegangan, dan memberi akuntabilitas yang jelas,” tegasnya.

Maudy juga menyertakan 17 tuntutan rakyat yang ditujukan kepada berbagai lembaga negara, mulai dari Presiden Prabowo, DPR, partai politik, hingga aparat keamanan.

Beberapa poin utama di antaranya:

Untuk Presiden Prabowo. penarikan TNI dari pengamanan sipil serta pembentukan Tim Investigasi Independen atas kasus kekerasan aparat.

Untuk DPR: penghentian kenaikan gaji dan tunjangan, transparansi anggaran, serta pemeriksaan anggota bermasalah melalui Badan Kehormatan dan KPK.

Untuk Partai Politik: pemberian sanksi pada kader tak etis, komitmen berpihak pada rakyat, hingga membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan masyarakat sipil.

Untuk Polri: pembebasan demonstran yang ditahan, penghentian kekerasan aparat, serta penegakan hukum terhadap anggota yang melanggar HAM.

Selain 17 poin itu, masih ada 8 tuntutan tambahan yang disebut sebagai bagian dari agenda rakyat.

Ajakan Pilih Empati

Menutup pesannya, Maudy menyerukan agar pemerintah tidak meremehkan rakyat.

“Tolong jangan anggap remeh rakyat. Pilihlah empati daripada keserakahan. Pilih tindakan nyata, bukan sekadar mendengarkan secara performatif. Pilihlah untuk berubah, meski itu sulit,” tulisnya.

Unggahan Maudy ini langsung mendapat perhatian luas warganet. Sejumlah influencer seperti Jerome Polin hingga Andovi Da Lopez juga ikut menggaungkan tuntutan 17+8 rakyat di media sosial.(TM-03)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !