Topik Maluku.com, SBB— Tim Cegah Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Densus 88 Antiteror Polri hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa-siswi SMA/MA se-Kecamatan Kairatu. Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 1 Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis (24/7/25).
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan pelajar dan para dewan guru, serta didukung oleh sejumlah personel dari Polsek Kairatu dan Bhabinkamtibmas. Sebanyak delapan personel Densus 88 AT Polri Satgaswil Maluku diterjunkan untuk memberikan pemahaman mengenai pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Seram Bagian Barat, Inci Nely Warbal, membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Densus 88. Ia menegaskan pentingnya pembekalan pengetahuan bagi siswa agar mampu membentengi diri dari ideologi yang menyimpang.
“Kegiatan seperti ini baru pertama kali dilakukan di sekolah kami. Kami berharap materi yang disampaikan bisa menjadi bekal untuk siswa dan juga untuk mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolsek Kairatu, IPDA Ferly Tahaparyn, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah baru yang strategis dalam membangun kesadaran dini terhadap ancaman radikalisme.
“Saya berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Sosialisasi ini sangat penting untuk membentuk ketahanan ideologis para pelajar,” ungkapnya.
Materi utama disampaikan oleh IPTU Irawan Rumasoreng, selaku Kepala Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri. Ia menjelaskan bahwa program sosialisasi ini telah berjalan di berbagai daerah di Maluku, mulai dari pesantren hingga kampus dan kini menjangkau pelajar SMA/MA.

“Kami ingin pelajar dan tenaga pendidik memahami bentuk-bentuk paham intoleransi dan radikalisme, serta bagaimana mengenali ciri-ciri individu yang sudah terpapar,” jelasnya.
Dalam paparannya, IPTU Irawan menegaskan bahwa langkah preventif merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam memerangi terorisme, dengan menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu garda terdepan.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 500 siswa-siswi dari berbagai sekolah di Kecamatan Kairatu. Kegiatan berlangsung kondusif dan mendapat respons positif dari peserta dan pihak sekolah.(TM-03)













