TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

7 Tentara Israel Ditahan karena Perkosa Rekan Junior di Unit Militer

Topik Maluku.com, JAKARTA— Pengadilan militer Israel memperpanjang masa penahanan terhadap tujuh prajurit dari unit pertahanan udara Arrow setelah mereka dituduh melakukan pelecehan, kekerasan, dan pemerkosaan terhadap sesama tentara yang lebih muda.

Dilansir dari “The Times of Israel dan Ynet.News,” tujuh tentara tersebut ditahan sejak Selasa (8/7/25) dan didakwa atas dugaan pelecehan seksual sistematis selama lebih dari enam bulan. Aksi bejat tersebut diduga berlangsung sebagai bagian dari ritual kekerasan “senioritas” di lingkungan militer.

“Para tersangka melakukan tindakan sodomi, kekerasan fisik, hingga pemerkosaan terhadap sedikitnya 10 prajurit junior. Aksi ini disebut berlangsung secara berulang dan tersistematis,” tulis laporan Yedioth Ahronoth, surat kabar harian Israel.

Jaksa militer memperpanjang masa tahanan mereka selama enam hari untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Insiden Brutal di Tengah Perang

Investigasi juga sedang menelusuri kemungkinan keterkaitan insiden ini dengan operasi militer Israel dalam perang melawan Iran beberapa bulan lalu. Unit Arrow diketahui memainkan peran kunci dalam pertahanan balistik selama konflik tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan seksual di militer Israel. Sebelumnya, pada Juli 2024, sebuah video yang sempat viral menunjukkan tahanan Palestina di fasilitas Sde Teiman diperkosa secara beramai-ramai oleh tentara Israel.

Video yang telah diverifikasi oleh Al Jazeera itu memperlihatkan korban pria diborgol, dibaringkan di lantai, kemudian diperkosa secara brutal oleh sejumlah tentara yang menyembunyikan identitas dengan perisai. Korban dilaporkan mengalami luka parah pada bagian anus dan organ dalam.

Akibat insiden tersebut, 10 tentara Israel ditangkap dan lima lainnya dibebaskan tanpa dakwaan. Mereka tergabung dalam unit Pasukan 100 yang bertugas menjaga fasilitas Sde Teiman di Gurun Negev.

Kecaman Internasional dan Sikap Kontroversial Pejabat Israel

Kasus-kasus kekerasan seksual ini memicu kemarahan publik dan organisasi hak asasi manusia. Namun, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, secara kontroversial menyatakan bahwa tindakan ekstrem, bahkan pemerkosaan, dapat “dimaklumi” jika dilakukan demi keamanan negara.

Sementara itu, militer Israel saat ini berada di bawah sorotan tajam internasional. Sejak Oktober 2023, operasi militer Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 57.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) dan surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan eks Menhan Yoav Gallant.(TM-03)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku
error: Konten Dilindungi !