Masohi, TopikMaluku – Sebagai bentuk nyata dari komitmen pelayanan humanis dan pemasyarakatan yang layak, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Masohi pada Kamis, 26 Juni 2025, mendistribusikan sebanyak 125 paket perlengkapan harian kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini digelar secara simbolis di Aula Rutan dan dihadiri langsung oleh Kepala Rutan, Idris Kilkoda.
Pembagian perlengkapan harian tersebut mencakup kebutuhan dasar seperti sabun mandi, sabun cuci, sikat gigi, pasta gigi, serta alat kebersihan lainnya. Langkah ini dinilai sebagai bentuk pembinaan yang tidak hanya menyasar aspek disiplin, tetapi juga penguatan kemandirian dan kebersihan diri.
“Pemberian perlengkapan mandi dan mencuci ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan, tetapi juga bagian dari pembinaan kemandirian dan kebersihan diri. Kami ingin mendorong warga binaan agar tetap menjaga kesehatan dan kebersihan selama menjalani masa pidana,” kata Kepala Rutan, Idris Kilkoda.
Sebelum diterima oleh para WBP, seluruh perlengkapan terlebih dahulu diserahkan secara internal dari Sub Seksi Pengelolaan kepada Sub Seksi Pelayanan Tahanan. Prosedur ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas subseksi dalam pelaksanaan fungsi pemasyarakatan.
Kegiatan ini juga mencerminkan prinsip sinergi antarbidang di lingkungan Rutan Masohi dalam upaya menjalankan fungsi pemasyarakatan secara holistik. Distribusi perlengkapan harian dianggap sebagai satu dari sekian langkah pembinaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup WBP.
“Pelayanan kepada warga binaan bukan hanya soal keamanan dan pengawasan, tetapi juga pembinaan yang menyentuh aspek-aspek dasar kehidupan, termasuk kebersihan dan kesehatan,” ujar staf Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Masohi.
Menurut data internal Rutan, seluruh warga binaan penerima perlengkapan merupakan penghuni aktif yang telah terdata secara administratif dan memenuhi kriteria untuk memperoleh fasilitas dasar ini. Tujuannya tidak hanya memenuhi hak dasar, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup bersih dan sehat.
Para warga binaan pun menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka merasa diperhatikan dan dihargai sebagai individu yang sedang menjalani proses hukum namun tetap memiliki hak atas pelayanan yang manusiawi.
“Dengan adanya perlengkapan ini, saya bisa lebih menjaga kebersihan diri dan merasa lebih dihargai sebagai manusia,” kata salah satu warga binaan yang turut menerima bantuan.
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana tertib dan aman, tanpa insiden yang berarti. Pihak Rutan memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, Rutan Masohi ingin menegaskan bahwa proses pemasyarakatan tidak semata-mata menghukum, melainkan membina dan mengembalikan manusia ke tengah masyarakat dengan nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, dan kesadaran hidup sehat. (TM)













