TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku

SMP Negeri 7 Malteng Pamerkan Hasil P5 dalam Rangka Hardiknas 2025 “Wujud Nyata Kurikulum Merdeka”

Siswa Tampilkan Inovasi Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal, Dukung Tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”

Salahutu-Malteng, – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, SMP Negeri 7 Maluku Tengah membuktikan komitmennya terhadap pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik. Sekolah ini sukses melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Kewirausahaan dan Kearifan Lokal” selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2025.

Puncak kegiatan akan ditandai dengan pameran bazaar hasil praktek siswa pada 2 Mei 2025, bertepatan dengan peringatan Hardiknas. Kegiatan ini sejalan dengan tema nasional tahun ini: “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

“Untuk kegiatan itu, sudah ada tim yang akan melaksanakan. Semua persiapan sudah kami koordinasikan secara matang,” tegas Kepala SMP Negeri 7 Maluku Tengah, Anthoni Rotasouw, kepada TopikMaluku.com, Kamis (1/5/2025).

Tidak hanya melibatkan siswa dan guru, sekolah ini juga membuka akses bagi masyarakat umum serta mitra eksternal. Inisiatif ini memperluas makna pendidikan, mendorong kolaborasi nyata antara institusi pendidikan dan lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini mendukung program pemerintah dan seluruh pendanaannya berasal dari Dana BOS Kinerja,” tambah Rotasouw.

Melalui kegiatan ini, sekolah menghidupkan kembali semangat gotong royong, sekaligus memperkenalkan praktik kewirausahaan yang mengakar pada budaya lokal Maluku. Produk-produk siswa yang akan ditampilkan mencerminkan perpaduan kreativitas dan kearifan lokal sebagai bagian dari nilai-nilai Pancasila.

Sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka, P5 menggarisbawahi pentingnya karakter, kreativitas, dan kompetensi sosial. SMP Negeri 7 Maluku Tengah menerjemahkan hal tersebut ke dalam praktik nyata yang melibatkan seluruh komunitas sekolah.

“Kami tetap berjuang dan berusaha memahami nilai-nilai Pancasila dan elemen-elemen Kurikulum Merdeka demi mewujudkan anak-anak Indonesia yang hebat,” ujar Rotasouw.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tak lagi berhenti di ruang kelas. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang berdaya saing, mandiri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.

Momentum ini juga menjadi refleksi bahwa “Pendidikan Bermutu untuk Semua” bukan sekadar slogan, melainkan panggilan nyata untuk menghidupkan partisipasi seluruh elemen bangsa. SMP Negeri 7 Malteng telah menunjukkan bahwa pendidikan bermakna bisa diwujudkan melalui pendekatan kolaboratif dan kontekstual.

Pihak sekolah berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain di Maluku maupun secara nasional dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang berdampak langsung bagi peserta didik dan masyarakat. (TM-03)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku
error: Konten Dilindungi !