Ambon, Topik Maluku : Kesan pertama saat memasuki kawasan operasional CV Naraya Mitra cemerlang jauh dari citra umum perusahaan tambang. Area kerja tampak tertata rapi, bersih, dan terorganisir dengan baik. Suasana tersebut bahkan mengingatkan pada standar pengelolaan perusahaan tambang berskala besar.
Kedatangan awak media disambut petugas keamanan yang ramah. Pihak perusahaan kemudian mengantar berkeliling area operasional, mulai dari kantor administrasi, mess karyawan, hingga lokasi penyimpanan bahan baku dan peralatan. Seluruh fasilitas terlihat tertata dengan baik, mencerminkan manajemen yang terencana.
Perusahaan yang telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari kementerian terkait ini menunjukkan perbedaan mencolok dibandingkan sebagian aktivitas pertambangan lain yang ada di Kota Ambon.
Proses Pengolahan Batu Terpantau dari CCR
Ilham, operator Central Control Room (CCR), menjelaskan bahwa dirinya bertanggung jawab mengawasi seluruh proses pengolahan batu, mulai dari batu gunung hingga menjadi material siap pakai dengan berbagai ukuran.
Proses diawali dengan batu gunung berukuran besar, maksimal sekitar satu meter, yang dimasukkan ke mesin pemecah utama atau jaw crusher. Mesin ini berfungsi memecah batu besar menjadi ukuran yang lebih kecil.
Material hasil pemecahan kemudian dialirkan melalui sistem conveyor. Batu berukuran besar diarahkan ke jalur conveyor kedua untuk diproses kembali di mesin pemecah sekunder (secondary crusher). Pada tahap ini, batu dihancurkan hingga menghasilkan ukuran 1–2 cm dan 2–3 cm.
Selanjutnya, material dialirkan menuju mesin screening atau penyaring. Di sini, batu dipisahkan ke dalam beberapa fraksi, yakni ukuran 1, ukuran 2, ukuran 2–3, ukuran 0,5, serta abu batu. Material yang belum memenuhi standar ukuran akan dikembalikan ke mesin pemecah sekunder untuk dihancurkan ulang hingga sesuai spesifikasi.
Seluruh rangkaian proses pengolahan, mulai dari hopper hingga penyaringan akhir, berlangsung sangat cepat, yakni sekitar tiga menit.
Produksi dan Kendala Operasional
Hasil produksi tidak dihitung dalam satuan ton, melainkan kubik, mengingat karakter material yang tidak seragam. Produksi maksimal yang pernah dicapai tercatat sekitar 123 ribu kubik, meskipun belum dirinci secara detail untuk masing-masing fraksi material.
Ilham yang telah bekerja hampir empat tahun di lokasi tersebut mengungkapkan bahwa kendala utama operasional berasal dari faktor cuaca. Saat hujan, debu yang bercampur air dapat menempel dan menutup jalur sirkulasi mesin, sehingga memengaruhi kinerja peralatan.
Pengelolaan Lingkungan dan Hubungan dengan Warga
Aktivitas pengolahan batu memang memiliki dampak terhadap lingkungan sekitar, terutama pada sumber air gunung yang dialirkan ke permukiman warga melalui pipa. Saat musim hujan atau ketika produksi berlangsung intens, pipa air kerap tertutup lumpur dan debu sehingga aliran air menjadi terganggu.
Meski demikian, kondisi batuan di bagian atas dinilai masih relatif stabil dan tidak menimbulkan gangguan besar. Seluruh limbah produksi dialirkan terlebih dahulu ke kolam limbah, di mana proses pengendapan dilakukan secara alami. Lumpur dan kotoran mengendap di dasar kolam, sementara air di bagian atas dibiarkan hingga jernih sebelum dilepas ke aliran kali, biasanya pada malam hari.
Pihak pengelola menegaskan bahwa sistem ini telah diterapkan sejak lama dan dinilai aman bagi lingkungan. Selain itu, jika aktivitas operasional menyebabkan jalan kotor, pekerja secara rutin membersihkan dan menyiram akses jalan, termasuk di sekitar area bandara.
Tenaga Kerja Lokal dan Suasana Kekeluargaan
Dalam operasionalnya, CV Naraya Mitra Cermelang mempekerjakan tenaga kerja dari berbagai daerah, termasuk Kupang. Komposisi tenaga kerja meliputi operator dan sopir, petugas CCR, tenaga bengkel, serta petugas keamanan.
Kegiatan operasional berlangsung hingga malam hari. Untuk mendukung kenyamanan pekerja, perusahaan menyediakan fasilitas mess dan kamar istirahat bagi karyawan yang bertugas pada shift malam.
Salah satu pekerja lokal, Asrina, yang mulai bekerja sejak Oktober 2025, mengaku merasakan manfaat langsung dari keberadaan perusahaan tersebut.
“Sebagai anak negeri, saya merasa bersyukur karena perusahaan ini membuka lapangan kerja. Jaraknya dekat dari rumah, lingkungannya baik, dan suasana kerjanya sangat nyaman,” ujarnya.
Pendekatan pimpinan perusahaan yang mengedepankan nilai kekeluargaan dinilai mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan kondusif bagi seluruh karyawan.(Imel)















