Topik Maluku.com, BURU– Gangguan jaringan internet Telkomsel 4G dan layanan IndiHome di Kabupaten Buru dan Buru Selatan sejak 14 Agustus 2025 menuai protes keras dari masyarakat. Pasalnya, hingga lebih dari sebulan berlalu, belum ada langkah nyata dari pemerintah daerah maupun DPRD setempat untuk mencari solusi.
Dalam status Media Facebook yang beredar, Tuti Mas,ud Sangadji menilai pejabat publik seolah “tidur” dan menutup mata terhadap keluhan masyarakat.
“Sebenarnya kamong ini tidor atau bagimana? Dari 14 Agustus jaringan rusak, tapi seng ada langkah dari Pemda atau DPRD untuk tekan Telkomsel,” Tulis Tuti dengan nada kesal.
Warga juga membandingkan sikap pemerintah daerah lain, seperti Papua, yang segera mengutus perwakilan ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan pihak Telkomsel pusat ketika menghadapi masalah serupa. “Kenapa di Buru dan Buru Selatan seng bisa begitu? Anggaran daerah ada, tapi pejabat cuma sibuk pencitraan,” lanjutnya.
Gangguan jaringan ini disebut berdampak besar pada aktivitas masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang bergantung pada internet untuk bisnis online.
“Kasian masyarakat kacil. Ada yang cari penghasilan lewat jualan online, tapi jaringan seng ada. Bagaimana mau hidup?” tegasnnya
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Pemda maupun Telkomsel terkait penyebab gangguan jaringan di dua kabupaten tersebut. Warga mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan dan menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat.(TM-03)















