Masohi, TopikMaluku – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menegaskan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui program Penguatan Literasi dan Pengembangan Karakter Positif. Kegiatan ini diwujudkan lewat forum Belajar Bareng Fasilitator Gugus/Kecamatan yang berlangsung di Hotel Isabella Masohi pada Selasa (16/9/2025), diikuti 60 fasilitator pendidikan dari Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, dan Maluku Tenggara.
Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malteng Husen Mukadar, tim Program Inovasi Provinsi Maluku yang dipimpin Mus Mualim, serta jajaran pejabat daerah.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, dalam sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Malteng Khalid Pattisahusiwa, menyatakan bahwa kualitas pendidikan harus menjadi fondasi pembangunan daerah.
“SDM di Maluku Tengah harus disiapkan melalui pendidikan yang berkualitas, adil, dan merata. Tanpa itu, mustahil kita membangun daerah ini secara berkelanjutan,” kata Bupati Zulkarnain.
Ia menambahkan, peningkatan mutu pendidikan di Malteng saat ini didukung oleh sejumlah kebijakan strategis. Hal itu mencakup penataan layanan pendidikan dasar, peningkatan akses sekolah, pemenuhan sarana-prasarana layak, serta pelatihan berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan.
“Literasi, numerasi, dan pengembangan karakter adalah pondasi utama pembelajaran. Anak-anak kita tidak boleh hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus berakhlak, kreatif, dan berdaya saing,” ujar Bupati.
Melalui forum fasilitator, Zulkarnain berharap lahir para pendidik yang mampu menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal, sehingga pendidikan tetap terhubung dengan budaya dan identitas Maluku.
Optimisme itu ditegaskan kembali oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malteng, Husen Mukadar. Menurutnya, program ini bukan sekadar forum, melainkan langkah konkret dalam membentuk generasi yang tangguh.
“Kami mendorong fasilitator untuk menjadi penggerak di sekolah masing-masing. Literasi dan karakter positif harus menjadi praktik nyata, bukan hanya konsep,” kata Husen Mukadar. (TM-02)















