Topik Maluku.com, GORONTALO– Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Muhammad Jeksen (MJ), meninggal dunia usai mengikuti kegiatan pendidikan dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Keluarga korban menduga ada unsur kekerasan dalam kegiatan tersebut.
Kakak korban, Hikayat, mengungkapkan sebelum meninggal adiknya mengalami pembengkakan pada wajah dan leher. Kondisi itu diyakini akibat benturan, karena korban memiliki penyakit bawaan yang membuat tubuhnya mudah membengkak bila terkena pukulan.
“Indikasinya dia dipukul. Karena kalau kena benturan, pasti langsung bengkak. Dari foto yang saya lihat, sejak penerimaan itu wajahnya sudah mulai bengkak,” kata Hikayat, Senin dilansir Dari Gorontalopost.co.id (22/9/2025).
Hikayat juga menyesalkan sikap panitia yang dinilai lamban menangani kondisi MJ. Menurutnya, alih-alih dibawa ke rumah sakit, korban justru harus meminta pertolongan teman-temannya di asrama Muna.
“Dia sudah telepon minta dijemput karena kesakitan, tapi panitia tidak izinkan. Akhirnya adik-adik dari paguyuban Muna yang antar ke rumah sakit,” jelasnya.
MJ sempat mendapat perawatan di RS Aloei Saboe. Namun nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal pada pukul 08.52 WITA.
Lebih jauh, keluarga juga menyebut kegiatan Diksar tersebut tidak mendapat izin dari pihak fakultas.
“Dari fakultas sudah bilang, kegiatan itu tidak ada izin. Jadi kalau tidak ada izin, seharusnya jadi tanggung jawab penuh panitia,” tegas Hikayat.
Pihak keluarga kini berharap kasus ini diusut tuntas agar pihak kampus maupun organisasi terkait bertanggung jawab. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak universitas maupun panitia Mapala terkait insiden tersebut.(TM-03)















