TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMaluku
TopikMalukuTopikMalukuTopikMaluku

Chaos di Los Angeles: Gubernur Sebut Trump Diktator, 700 Marinir Dikerahkan

Topik Maluku.com, JAKARTA— Situasi di Los Angeles memanas. Pada Senin waktu setempat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengerahan 700 marinir aktif ke kota itu. Keputusan ini memicu kemarahan Gubernur California Gavin Newsom yang menyebut tindakan tersebut sebagai “gila” dan “diktator”.

Kebijakan ini dipicu oleh gelombang unjuk rasa yang melanda Los Angeles sejak akhir pekan lalu. Akar dari gejolak sosial ini berasal dari kebijakan imigrasi Presiden Trump yang kian agresif, termasuk target baru dari ICE (Imigration and Customs Enforcement) untuk menangkap 3.000 migran per hari.

“Ini persis seperti yang diinginkan Donald Trump. Ia menyulut api dan secara ilegal mengambil alih kendali Garda Nasional,” ujar Newsom melalui akun X (sebelumnya Twitter). Ia menegaskan bahwa negara bagian California akan menggugat pemerintah federal atas pengerahan militer tanpa persetujuan. Di kutip dari  Cnbcindonesia.com

Pengerahan marinir ini diumumkan oleh seorang pejabat senior kepada AFP, yang menyebut pasukan berasal dari Camp Pendleton dan akan bergabung dengan Garda Nasional. Pihak militer menyatakan langkah ini diperlukan untuk “menjamin kecukupan personel.”

Namun langkah Trump tersebut langsung mengundang kecaman dari pejabat daerah. Wali Kota Los Angeles Karen Bass menyebut pengerahan itu justru memperburuk situasi. “Saya tidak ingin masyarakat kami terjebak dalam kekacauan yang saya yakini sengaja diciptakan oleh pemerintahan ini tanpa alasan yang jelas,” kata Bass.

Aksi protes yang semula damai berubah rusuh ketika sebagian demonstran melempar botol dan beton ke arah polisi. Mobil-mobil dibakar, termasuk kendaraan swakemudi milik perusahaan Waymo. Jalur bebas hambatan 101 ditutup massa. Polisi merespons dengan pasukan berkuda, gas air mata, dan granat kejut.

Di sisi lain, Bass juga mengutuk kekerasan yang dilakukan sebagian demonstran. “Membakar mobil dan menyerang aparat bukanlah solusi,” ujarnya.

Kebijakan Trump dalam soal imigrasi memang sejak awal menuai kontroversi. Kali ini, kritik tak hanya datang dari Demokrat, tetapi juga dari sebagian tokoh independen yang melihat langkah militerisasi kota sebagai pelanggaran prinsip federalisme.

Hingga saat ini belum diketahui apakah pengerahan militer akan berlangsung lama. Namun, satu hal jelas: ketegangan antara pemerintah pusat dan negara bagian California mencapai titik didih baru.(TM-03)


Follow TOPIKMALUKU.COM untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Chennel
TopikMaluku

Hak Cipta TopikMaluku. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !