Topik Maluku.com, Ambon— Aksi pemalangan jalan terjadi di Jembatan Halong Air Hidup, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIT. Puluhan warga Desa Halong memblokade jalan sebagai bentuk protes atas dugaan pemukulan terhadap salah satu warga mereka oleh sekelompok pemuda dari Desa Tulehu.
Korban pemukulan diketahui bernama Fano Suribet, seorang pengemudi Maxim mobil asal Desa Halong. Menurut informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Fano mengantar penumpang ke wilayah Liang.Saat kembali, korban menerima orderan baru yang mengarah ke Tulehu.
Namun, setibanya di titik penjemputan, korban mendapati mobilnya dipukul oleh dua orang tak dikenal, yang kemudian diikuti oleh tiga orang lainnya yang turut melakukan pemukulan. Seorang pelaku tambahan kemudian kembali memukul korban, menyebabkan luka fisik pada bagian tubuh korban.
Usai kejadian, Fano melaporkan insiden tersebut kepada warga Halong. Merasa tidak terima, warga secara spontan melakukan aksi pemalangan jalan, menuntut aparat penegak hukum segera menangkap dan memproses para pelaku.
Aksi pemalangan ini mengganggu arus lalu lintas, terutama kendaraan umum jurusan Tulehu dan sekitarnya. Aparat Kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan pengamanan serta pendekatan persuasif kepada para tokoh masyarakat guna meredakan situasi.
Upaya mediasi awal telah dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih besar serta membuka ruang komunikasi antara kedua pihak yang berselisih. Hingga saat ini, situasi di lokasi masih dalam pemantauan intensif aparat keamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas lanjutan.(TM-03)















