Topik Maluku.com, Ambon— Meski telah dilakukan penertiban oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) di tumpukan sampah sekitar jalan penghubung Arbes-Ahuru, namun kini masih menjadi pemandangan sehari-hari sampah yang masih terus bertumpukan.
Penertiban yang pernah di lakukan kini hanya terkesan seremonial. Hal ini justru menuai kritik dari warga yang menilai upaya Pemkot Ambon hanya bersifat jangka pendek tanpa solusi berkelanjutan.
Sebelumnya, pengguna jalan telah mengeluhkan kondisi jalan yang makin sempit dan membahayakan akibat sampah yang menggunung di badan jalan. Kondisi ini, menurut mereka, memperburuk keselamatan pengguna jalan dan mengancam kesehatan lingkungan sekitar.
Din Tuankota, warga Arbes yang memiliki kebun di sekitar lokasi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap ketidakseriusan Pemkot dalam mengatasi masalah ini.
Ia menyoroti bahwa sampah yang dibuang bukan hanya sampah rumah tangga organik dan non-organik, namun juga tanah timbunan serta dahan-dahan kayu berukuran besar yang memperparah kondisi.
“Saya sering terpaksa membantu membakar sampah kalau sudah seperti gunung. Tapi ini kan bukan solusi. Pemerintah harus hadir lebih tegas, bukan hanya datang saat penertiban lalu pergi,” ujar Din, Rabu (4/5/2025).
Din juga berharap Pemkot Ambon segera memasang tanda larangan membuang sampah serta memberikan surat resmi pengawasan kepada warga yang peduli lingkungan agar mereka memiliki dasar hukum untuk melarang pembuangan sampah secara liar.
“Kalau ada surat pengawasan resmi, kami warga bisa lebih tegas menegur bahkan menindak langsung yang membuang sampah sembarangan, apalagi seperti tanah timbunan yang jelas merusak lingkungan,” tegasnya.
Situasi ini menegaskan bahwa penanganan sampah di Kota Ambon masih sebatas tindakan reaktif, tanpa pengawasan ketat dan kebijakan yang mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan.
Warga berharap Pemkot segera membuktikan keseriusannya dengan aksi nyata dan keberpihakan kepada warga yang menjadi korban dari buruknya pengelolaan sampah.(TM-03)















