Topik Maluku. com, Malteng-Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) mengumumkan penurunan signifikan angka inflasi dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Tengah, inflasi di daerah ini menurun dari 5,07% pada Maret menjadi 2,96% pada April 2025. Penurunan ini dinilai sebagai tanda keberhasilan upaya pengendalian harga yang telah dilakukan secara intensif oleh pemerintah daerah.
Kepala BPS Maluku Tengah, Alisye Kakerissa, menyampaikan bahwa angka inflasi secara year-on-year (Y-on-Y) untuk April 2025 berada di kisaran 2,96%. “Secara Y-on-Y, inflasi Maluku Tengah bulan April di angka 2,96 persen,” ujarnya saat merilis data resmi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran yang menyumbang inflasi terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,05%. Sementara itu, kelompok perabotan, perumahan, air, dan listrik justru memberikan andil deflasi sebesar -0,16%.
Menanggapi capaian tersebut, Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, menyampaikan rasa syukurnya. “Kami bersyukur inflasi kita turun dari 5,07 pada Maret kini menjadi 2,96 pada April,” ujar Mario saat ditemui di ruang kerjanya.
Mario juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja sama menjaga kestabilan harga dan mengendalikan inflasi di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, memiliki komitmen kuat dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Kami berkomitmen memastikan ketersediaan pangan dan mengontrol rantai pasok kebutuhan pokok agar tetap stabil,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah tak hanya mengandalkan subsidi sebagai solusi jangka pendek. Pihaknya juga tengah menyiapkan program jangka panjang yang fokus pada stabilitas pasokan dan pengawasan harga di pasar.
“Selama ini kita menjaga inflasi dengan subsidi, tapi itu tidak menjamin. Oleh karena itu, kami akan buat program jangka panjang, salah satunya memastikan ketersediaan bahan pokok dan menjaga pasokan di pasar agar tidak ada yang memainkan harga,” pungkasnya.
Penurunan inflasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Maluku Tengah. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan ekonomi secara berkala dan menerapkan langkah-langkah strategis demi menjaga kesejahteraan masyarakat.(TM-03)















