Ambon Topik Maluku ; SMA Negeri 1 Ambon resmi ditetapkan sebagai sekolah induk pelaksana Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA di Provinsi Maluku. Program yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) ini menjadi angin segar bagi anak-anak putus sekolah (ATS) yang ingin kembali melanjutkan pendidikan tanpa harus mengikuti pembelajaran secara tatap muka setiap hari.
Kepala SMA Negeri 1 Ambon, Drs. E. Laturiuw, M.Si., mengatakan penunjukan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Nomor 16 Tahun 2026.
“Kami dipercaya menjadi sekolah induk pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh di Maluku. Sebagai sekolah induk, kami membina tiga sekolah mitra, yakni SMA Negeri 1 Seram Bagian Barat, SMA Negeri 1 Seram Bagian Timur, dan SMA Negeri 3 Kepulauan Aru,” ujar Laturiuw kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan sebelum program mulai berjalan. Mulai dari sosialisasi kepada sekolah mitra, koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dan kepala cabang dinas, hingga pelatihan bagi sekitar 30 guru yang dipandu langsung oleh tim dari pemerintah pusat.
Program ini diperuntukkan bagi anak-anak usia 16 hingga 18 tahun yang telah lulus SMP, tetapi belum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena berbagai kendala, seperti faktor ekonomi maupun kondisi geografis wilayah Maluku yang tersebar di banyak pulau.
Untuk menjaring peserta, pemerintah membentuk tim penjangkauan Anak Tidak Sekolah (ATS) di seluruh kabupaten dan kota. Selain itu, SMA Negeri 1 Ambon juga membuka pendaftaran secara daring melalui sman1ambon.sch.id sejak 1 Juli hingga 31 Juli 2026.
“Calon peserta cukup mengakses website SMA Negeri 1 Ambon, kemudian memilih menu pendaftaran SPMB PJJ. Link pendaftaran sudah kami sebarkan ke seluruh kabupaten dan kota di Maluku,” jelasnya.
Hingga awal Juli, sudah terdapat lima peserta yang mendaftar. Mereka berasal dari Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Seluruh peserta yang diterima akan terdaftar sebagai siswa SMA Negeri 1 Ambon dalam sistem Dapodik. Proses belajar dilaksanakan secara daring menggunakan metode sinkron, yaitu tatap muka virtual, dan asinkron melalui materi pembelajaran digital yang dapat dipelajari secara mandiri.
Meski belajar secara online, peserta akan mengikuti kurikulum nasional yang sama dengan siswa reguler dan memperoleh ijazah SMA Negeri 1 Ambon setelah dinyatakan lulus.
“Ijazah yang diterima sama seperti siswa reguler. Yang berbeda hanya metode pembelajarannya yang dilakukan secara daring,” kata Laturiuw.
Ia menjelaskan, sekolah telah menyiapkan ruang khusus PJJ beserta infrastruktur pendukung. SMA Negeri 1 Ambon juga dinilai siap menjalankan program tersebut karena memiliki kapasitas internet yang memadai dan telah menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google.
Selain itu, seluruh guru yang mengajar telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menyusun bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik yang sebelumnya putus sekolah.
“Kurikulum tetap sama, tetapi strategi dan cara penyampaian materi disesuaikan dengan kondisi anak-anak agar proses belajar lebih efektif,” ujarnya.
Mengenai tantangan jaringan internet di wilayah kepulauan, Laturiuw optimistis pembelajaran dapat berjalan lancar karena sekolah mitra dipilih di daerah yang memiliki akses internet cukup baik, seperti Piru di Seram Bagian Barat, Bula di Seram Bagian Timur, dan Dobo di Kepulauan Aru.
Sementara itu, untuk wilayah yang belum memiliki sekolah mitra seperti Kabupaten Maluku Barat Daya, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku agar cakupan program dapat diperluas.
“Kami siap apabila ke depan ada tambahan sekolah mitra. Semakin banyak daerah yang terlayani, semakin banyak pula anak putus sekolah yang bisa kembali memperoleh haknya untuk belajar,” ungkapnya.
Seluruh materi pembelajaran disiapkan dalam format digital, sedangkan sekolah mitra akan membantu menyediakan perangkat pendukung agar peserta dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.
Laturiuw berharap masyarakat ikut berperan aktif menyukseskan program tersebut dengan melaporkan anak-anak putus sekolah yang ada di lingkungan masing-masing.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk bersama-sama mendukung program ini. Jangan biarkan anak-anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Melalui Pendidikan Jarak Jauh, mereka tetap bisa melanjutkan sekolah dan meraih masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Beranda
SEPUTAR MALUKU
Kota Ambon
SMA Negeri 1 Ambon Jadi Sekolah Induk Pendidikan Jarak Jauh, Buka Kesempatan Anak Putus Sekolah Raih Ijazah SMA
SMA Negeri 1 Ambon Jadi Sekolah Induk Pendidikan Jarak Jauh, Buka Kesempatan Anak Putus Sekolah Raih Ijazah SMA









